Minggu, 27 Januari 2013

Jacuzi Syahwat kaum marginal di tengah kota ( Bor Boran Mojokerto )


Sore itu adalah sore terakhir libur panjang natal. Kita berempat kebingungan mencari lokasi untuk hang out di Surabaya. Bosan rasanya, ngemall cuman gitu2 doang, nonton filmnya udah ditonton semua, ke Pantai kenjeran / suramadu bosan juga. Akhirnya salah satu dari kita menyarankan ke Bor bor’an Mojokerto. Mendengar namanya sangat asing ditelinga. Salah satu hotspot di Mojokerto, kata saya. Jam 4 sore kita meluncur bersama dari Surabaya. Dg ber menggunakan 2 motor, kita ber iringan menuju tempat itu. Terlebih dahulu kita menjemput teman yang ingin gabung didaerah Sepanjang Surabaya. Dengan keadaan cuaca yang gerimis, kita berarakan menuju kesana. Ancer ancernya klo dari Surabaya kea rah Benteng Pancasila Mojokerto. Setelah ada diler Yamaha gede, polsek (lupa namanya) kiri jalan, sebelum rel kereta api. Ada jalan ke kanan menyeberang masuk ke jalan  Kedungsari. . . . . Atau nanya orang dia daerah Kedungsari Mojokerto, setelah itu nanya lokasi bor boran .

Sampai disana masih sekitar maghrib, hanya beberapa motor yang terparkir. Dan semua berplat Mojokerto. W. Oh ya, tariff masuk nya Rp2000, per kepala. Rp2000, sepedamotor, Rp5000 untuk mobil. Iseng2 saya nanya ke pak parkir nya yg jag a. “Loh, disini dikelola warga ya pak ?”
“Iya dek, sebagian masuk kas kampung”. Jawabnya. Wouw pertama. Batin saya kagum. Karena jarang ada tempat hotspot yang dikelola oleh warga sekitar. Klo hotspot yg digrebeg sih jelas.

Sebelum masuk kami memutuskan untuk makan dulu didekat lokasi karena kelaparan. Ada satu warung dideket lokasi yg menjual berbagai macam makanan, dan minuman. Sejam’an kemudian kami kembali ke lokasi dan Wouw kedua adalah sudah banyak sekali motor dan mobil yang terparkir. Dan kebanyakan berplat “L”. Ada apa gerangan di dalam sana? Hatiku semakin penasaran.

Kami segera masuk ke dalam lokasi bor bor an. Hanya ditutup dengan anyaman bambu (Gedek – jawa) Dan Wouw ketiga. Saya melihat puluhan lelaki berada disana. Bergembira ditengah kegelapan. Ditengah tengah Saya melihat satu kolam kecil, yang airnya berasal dari air bor. Air memancar dari kedua sisinya. Didalam nya sudah ada sekitar 20an manusia berjenis kelamin laki laki. Mulai dari mas, bapak, om, paklik (om – Jawa) Saling berciuman, berpelukan, berpagut’an, Memegang dan memainkan alat kelamin satu sama lain, seperti layaknya di blue film orgy. Di luar kolam ada puluhan mata memandang dengan penuh gairah. Dingin nya malam itu terkalahkan dengan nafsu dan gairah yang membara diantaranya.

Saya berdiri dan memperhatikan di samping kolam. Tiba tiba ada yang menghampiri dan mengajak ngobrol. Namanya Mas Y, Lelaki berusia 30an, yang mengaku rumahnya di dekat lokasi bor boran. “hanya 5 menit mas, klo naik motor. Silahkan mampir klo mau.” Ajaknya. Saya menolak dg halus. Karena masih ingin menghabiskan malam dengan menonton live show yang ada didepan mata saya.

Suasana Bor bor an di pagi hari.
http://www.youtube.com/watch?v=oG9JmVlx6ok

7 komentar:

  1. belom sempet baca semua =="
    aku bookmark dulu dah

    BalasHapus
  2. Sepertinya yg upload artikel ini sudah pernah kesini sekali ya..tapi its nice place sih meskipun pemandangannya seperti itu...hahahaha

    BalasHapus
  3. First time in my life it's so happy to hang out....dpt gondolan bapak2 gembala kumisan namanya Pak Halim org Gedegh Moker!!
    Ditengah padang savana (sengaja menjauh dr lokasi Bor2 an krn lachuria nya gak kukuh) :p aq d kerjain habis2 an sampek 2 kali crott ckakakakakakakakak
    Sayang gak lg pegang BB,tukar nope n lanjut..............

    BalasHapus
  4. Jd pingin ke sana, adus kungkum sama pegangan konci. Padahal ddket tp gbaru dengar ada tempat itu

    BalasHapus